Tuesday, March 21, 2006

mungkin

mungkin
ada yang seperti kamu
mungkin

tapi apa aku bisa ?
bisa mendapatkan keajaiban dua kali ?
Anugerah melimpah kembali ?
bersama orang sepertimu

Tuesday, January 24, 2006

Ada burung di terasku

Ada burung di terasku

ia berisik sekali
seperti bernyanyi

aku menatapnya sedetik


baru semili aku maju
ia sudah kabur

ketika aku berbalik
ia kembali dengan ocehannya

ada apa ?
aku dengar kamu, tapi aku tak mengerti !
what can i do for u ?

Mestinya aku punya hak
tuk cuek dan kembali ke dalam

tapi sungguh
aku memang sedang menunggu kabar
kabar dari siapapun

aku seorang diri dirumah sepi tanpa waktu, tempatku termangu.
menanti kabar ..
menunggu.


tapi aku takut

Duka Seorang Perjaka

Duka Jejaka

Darah mengalir di lenganku
kental dan pasif

mataku payu
dengan pipi tertoreh debu dan pasir

di atas langit birunya bukan main
awan itu melayang cepat sekali

desir angin pagi ini
menyulut demamku

aku sakit.

Thursday, September 22, 2005

Cinta

Cinta datangnya benar dari mata
melihat keindahan
meresap dihati
aku jadi suka

merana bila ia tak ada
jiwa jiwa menyambut gembira
bagai datang sang pengantar surga

aku manusia
ingin sempurna
lahir gembira
matipun suka

dalam hidupku
ada cinta
dalam matiku
bertemu pula

cinta cinta
kekalkah kamu
ikutkah kamu
dalam matiku

bukannya bunga dunia
yang temani hidup
hingga sekadar pengantar
menuju gerbang surgaku

saat ku tiada
kemana cintaku
akankah ia mencari yang baru

apakah sifat cinta itu
bagai lembut bunga warna
sebagai unsur indahnya bumi
mungkin berganti nama
saat bertemu disana
-lp-

Friday, July 15, 2005

ini bukan puisi

Yang membuat aku berhenti bernafas
adalah saat mengingat

kamu bersama selang nafas
dan jantung yang menahan gerbang hidup

aku panggil kamu
berbisik disamping kupingmu

kamu mendengar
dengan tanda nafasmu memacu hidup
ingin hidup bersamaku lebih lama
namun memaksa detak itu tuk melebihi takdirnya

aku tak mau memaksa sayang
aku tak akan panggil kamu lagi
biar kamu terbaring
dan perlahan meninggalkanku

agar tak sakit didadamu
aku ikhlaskan
walau kutahu
betapa tak terbayang
pada detik-detik perpisahan
tuk selamanya
dengan kekasih yang ingin kau nikahi, aku.
dan betapa hancur
aku melihatmu memejamkan mata
tak kuasa menjalani
proses perpisahan
yang begitu sulit.

Tuhan, kurasa semua ini
pantas tuk kau jadikan pertimbangan
sebuah surga untuknya.
Amin.

Bukan Duka Setahun

Kamu sudah setahun tiada
tanpa kamu, aku sudah setahun hidup

tanpa kamu, aku sudah jalani hidup
dengan hari-hari penuh bayangan kamu

setahun waktu yang kecil
bila umurku panjang
64 tahun mungkin...
maka masih 39 tahun lagi aku hidup
dengan ingat kamu terus
setiap harinya

dan mungkin makam mu
sudah merata
pupus seiring harapan kita

jika
semua berbeda
maka 39 tahun kedepan
mungkin kita sudah duduk di kursi tua
bersama mantu, cucu, dan anak kita sayang

aku gak mau bohongi diri
aku gak bisa membuka hati

ini bukan duka setahun
ini duka hidup
Duka hidup.

Kecewa karena aku
kita dipisahkan

Wednesday, June 01, 2005

Dinda

Dinda
halusnya hidupmu membuatku bercermin
aku seperti karat untuk hatiku sendiri
lagi-lagi aku menulis ini
seperti tak ada jalan lain
hehe....
begitu lucunya aku
begitu tak ada apa-apanya

seperti bocah yang pernah kaya
kini miskin merana

aku .... satir !
sangat menggema di telingaku sendiri

aku dan raga
bagai suami istri yang hambar
dingin tak berpeluk

Jangkarku masih disini ternyata
aku sudah banyak menelan air
menghisap asap malam
fly, drunk, orgasme, jatuh, malu pada cermin

kini aku berharap menjadi seseorang yang baru !
mana mungkin ?!!!

aku jual saja jati diriku
biarku melayang
aku tahu, mungkin ada yang kecewa disana
maaf Dinda,
Aku amat satir berlendir menjijikan
tapi ada yang baik
aku telah melepas-terbangkan frame foto kita
tinggi di langit ke tujuh luar dimensi ini
agar tetap bening
tanpa aku
i ....... lo..ve..
yo..u...
stil..l
a.lw..a...ys....

Wednesday, April 27, 2005

kamu

Anugerah terindah yang pernah ku miliki

Tuesday, April 05, 2005

....

jika hingga detik ini
aku masih menangis

ikhlaskah aku ?

aku

mencari yang dapat menjual waktu

kan kubayar dengan hidup

demi 3 hari bersamanya

sebelum aku gila
sebelum ku menyesal

siapa yang bisa?

maka kulitku kan kuberi
rambutku untukmu

demi 3 hari bersamanya


demi sepanjang masa bersamanya.

benar-benar hidup ini
terlalu !

mengapa ada sistem hidup dan mati ?
mengapa dibagi dua seperti itu ?
bisakah keduanya
hanya bagai kota yang berbeda?
ingin mengunjungi, ingin tinggal, ingin bertemu.

tak habis pikir
buntu
bingung

pergi kemana kamu ?